[Lenda do Detetive Song Ci] EP01 | Sun Zeyuan/Chen Xinyu | Suspense/Traje Antigo | YOUKU
[Ahli Forensik Song Ci] [Penangkap Roh] (Orang hidup) [Episode 1] [Penangkap] Aku bertanggung jawab atas kasus ini. Penangkap baru di Pengadilan Jianyang. Song Ci. Kemarin Tuan Besar bilang mau makan ikan. Aku sudah pergi menunggu di Teluk Shashi pukul tujuh pagi. Ketika aku kembali pada siang hari, aku melihat Tuan Besar tergeletak di lantai. Sebenarnya siapa yang mencelakai Tuan Besar?
[Kasus Pertama, Kasus Pembunuhan Kediaman Yang] Sebaiknya kau jangan bertanya, kalau tidak, kau harus menjawab semua pertanyaanku. Ceritakan seluk-beluk kasus ini. Tuan, ruang baca diubrak-abrik. Pintu dan jendela ruang baca ada tanda-tanda dibuka. Seharusnya merampok dan membunuh. Darahnya belum kering ketika aku datang. Seharusnya belum lama mati. Apakah mayatnya sempat dipindahkan? Tidak. Siapa yang pertama kali melihat mayatnya? Tuan, orangnya adalah kepala pengurus Kediaman Yang, Qin Si. Aku, Tuan. [Kepala Pengurus Kediaman Yang, Qin Si] Begitu aku membuka pintu, aku melihat Tuan Besar tergeletak di lantai. Aku ketakutan dan segera melapor ke pengadilan. Lancang sekali! Bisa-bisanya ada orang yang menyamar jadi penangkap pengadilan. Tangkap dia! Ini aku!
Song Ci? Cepat! Lepaskan dia! Cepat! Kau sudah punya petunjuk atas kasus ini? Asal kau mendengarkanku, kasus mana yang tak bisa diselesaikan? Aku sudah mendengarkanmu. Kau menyuruhku memasang garis peringatan di lokasi kejadian, jangan biarkan orang lain masuk, aku sudah melakukannya. Ini bukan intinya. Uang belum dibayar, bagaimana caranya menyelesaikan kasus? Baiklah. Semuanya.
Kuperkenalkan dulu kepada kalian. Song Ci adalah genius muda di Kota Jianyang. Dia telah membantuku menyelesaikan banyak kasus besar. Song Ci. Ini adalah Penangkap Sun yang baru datang ke Pengadilan Jianyang. Penangkap Sun. [Penangkap, Sun Baojing] Tuan Song masih muda, tapi sangat terampil. Kau sudah tahu seluk-beluk kasus ini, ‘kan?
Tadi sudah kuberitahukan kepada Tuan Song. Siang hari ini Tuan Besar Yang ditemukan tewas di ruang baca oleh Kepala Pengurus. Dia ditikam pisau tujuh kali di bagian depan. Ahli forensik telah memberi kesimpulan awal. Tuan Besar Yang mati pada pukul sembilan. Tuan Besar Yang ditikam pisau tujuh kali. Kalian lihat tujuh tikaman ini. Tikaman ini
Tepat mengenai jantung. Kemudian kita lihat tempat Tuan Besar Yang tergeletak. Tikaman ini mengenai jantung, tapi hanya ada bercak darah di sekitar mayat, tidak ada cipratan darah. Sekat ruangan di seberang Tuan Besar Yang juga tidak ada noda darah sama sekali. Ada sesuatu yang aneh di dalam sini. Perkataanmu salah.
Dilihat dari posisi luka tusuk pada tubuh korban, ketika pelaku membunuh, dia berada tepat di depan korban. Cipratan darah dihadang oleh pelaku. Di bagian sekat ruangan ini, belum tentu ada darah. Bagaimana dengan lantai? Pembunuh tidak mungkin menggunakan tubuhnya untuk menghadang semua cipratan darah. Ada satu tikaman yang tepat mengenai nadi jantung.
Sementara enam tikaman lainnya, bisa dibilang tidak menikam pada bagian vital. Apa maksudmu? Jika Tuan Besar Yang diserang dalam kondisi normal, entah itu melawan pembunuh, atau melarikan diri, dia pasti akan bergerak. Kalau begitu, lantai dan dinding di ruangan ini, tidak mungkin tidak ada noda darah. Hanya ada satu kemungkinan yang bisa menyebabkan
Kondisi seperti ini. Yaitu sebelum Tuan Besar Yang ditikam, dia sudah mati tergeletak. Pembunuh menikam mayatnya setelah dia mati. Darahnya sudah membeku, makanya tidak ada cipratan darah. Lebam mayat dapat menunjukkan waktu kematian, juga bisa menunjukkan cara kematian. Lebam mayat berwarna ungu kemerahan. Warna memudar setelah ditekan. Ini adalah tanda keracunan. Keracunan? Seandainya
Seseorang menaruh racun pada minuman atau makanan Tuan Besar Yang pada pukul tujuh, kemudian keluar, membuat alibi untuk dirinya sendiri, lalu Tuan Besar Yang mati karena keracunan pada pukul sembilan. Pembunuh pun kembali pada siang hari, dan menikam mayat Tuan Besar Yang sebanyak tujuh kali, mengubrak-abrik ruang baca, menciptakan ilusi perampokan dan pembunuhan.
Ditambah ahli forensik memastikan bahwa Tuan Besar Yang tewas ditikam pisau pada pukul sembilan, maka bukankah orang ini bisa membunuh Tuan Besar Yang meski tidak bisa seni bela diri, serta dia juga punya alibi? Tuan, aku difitnah. Aku tidak meracuni Tuan Besar. Benaran tidak. Rencanamu memang sangat sempurna, tapi kau melupakan satu hal. Sebenarnya mayat
Juga bisa berbicara. Tuan Li, mohon izinkan aku melakukan autopsi, untuk membuktikan kesimpulanku. Song Ci. Tubuh orang mati harus dihargai. Tuan Besar Yang termasuk orang yang ikut berperan di medan perang bagi negara. Kita seharusnya segera menemukan pelaku aslinya, agar Tuan Besar Yang bisa beristirahat dengan tenang. Autopsi adalah tindakan yang sangat tidak hormat.
Kalian tidak mengizinkan autopsi untuk memberi keadilan pada korban. Mati keracunan sudah cukup menyedihkan, sekarang mayatnya juga dirusakkan. Hanya autopsi yang bisa menegakkan keadilan untuknya. Pleura di bawah lobus paru-paru ada pendarahan bentuk titik. Perut kembung sangat parah. Itu karena ada gas beracun di dalam tubuhnya. Alasan tidak ada cipratan darah,
Karena sebelum Tuan Besar Yang ditikam tujuh kali, dia telah meninggal, darahnya telah menggumpal. Karena itulah, hanya ada darah di bagian bawah mayat dan di bagian bekas luka, tapi tidak ada cipratan darah. Jika ingin meracuni Tuan Besar, pastinya akan mengikuti kebiasaan Tuan Besar. Sementara itu, orang yang paling memahami kebiasaan Tuan Besar Yang,
Bukankah kau, Kepala Pengurus? Aku percaya cangkir di lantai pasti ada sesuatu. Qin Si. Kenapa kau begitu panik? Sekarang aku memiliki bukti ini. Kau sudah bisa mengatakan yang sebenarnya, ‘kan? Aku sangat penasaran terhadap satu hal. Jika tebakanku tidak salah, kau menggunakan racun ikan buntal, ‘kan? Racun itu sebenarnya sulit terdeteksi. Biarpun ada bekas
Di dalam cangkir Tuan Besar, itu juga tidak berwarna dan tidak berbau. Lagi pula, cangkir itu kosong. Jika kau tidak mengatakannya, aku benaran tidak berdaya padamu. Kau… Kau menipuku! Song Ci, kenapa kau begitu memahami mayat? Aku familier terhadap mereka. Tunggu! Tuan Li. Bukankah sudah kuberikan tadi? Tadi itu deposit. Sekarang kasusnya sudah diselesaikan. Bukankah harus bayar sisanya? Tadi ada banyak orang. Aku menjaga harga dirimu. Sebelah sini. Bagaimana jika tadi kau tidak menyelesaikan kasusnya? Deposit tidak dapat dikembalikan. Jika kasus tidak diselesaikan,
Aku tidak akan meminta bayaran sisanya. Ini namanya kualitas sesuai harganya. Dasar mata duitan. Adikmu, Song Ci, utang 250 g batu empedu lembu, dan 50 g arsenik, serta 15 g madu. Bagaimana kalau kau bantu bayarkan dulu? [Bukti Utang] Bos Song. Ketika adikmu, Song Ci, mengambil dua potong kain dariku, dia bilang akan lunas dalam dua hari. Sekarang sudah lewat tujuh hari. Bos Song, bisnisku kecil saja. Bagaimana kalau bayar punyaku dulu? Adikku juga berutang di Gedung Yichun? Awalnya aku tidak berencana untuk datang, tapi dia meminjam
Lipstik Wilayah Barat dari Nona Xichun. Itu pemberian Tuan Sun. Malam ini Tuan Sun akan pergi mencari Nona Xichun. Jika tidak dikembalikan, takutnya akan menimbulkan kesalahpahaman. Itu tidak baik, ‘kan? Pemilik toko peti mati, Bos Zhao? Kak Qing. Dia mengambil peti mati kayu cendana terbagus di tokoku. Dia bilang kau butuh segera.
Dia bilang aku butuh segera? Pergi! Semuanya pergi! Kenapa tidak mau bayar, – dan mengusir orang pergi? – Kak Qing. Pergi! Pergi! Song Ci! Kak Ci! Tolong aku! Meng Hesheng, bayar utangmu! Bayar utangmu! Kau malah lari! Bayar utangnya! Bayar utangnya! Cepat bayar utangnya! Kalau tidak, kupatahkan kakimu! Kak Ci! Tolong aku!
Seperti ini pun kau bisa mengenaliku? Song Ci. Hari ini kau mau membelanya? Aku… Bocah sialan! Dengarkan aku. Bersandiwara. Bocah sialan! Kau bahkan berani menggoda kakakku! Kau gila, ya? Mencari mati! Mencari mati! Mencari mati! Dia menyinggungmu? Ambillah. Ini untukmu. Jika dilempar dari sudut ini, kepalanya pasti akan hancur.
Semua warna merah dan putih akan terciprat. Warna merah itu darah. Warna putih itu otaknya. Ayolah. Jangan. Ayo. Kami ini hanya masalah kecil. Cepat ambillah! Mundur! Jangan berakting lagi. Bangun! [Tukang Perahu, Meng Hesheng] Kak Chi. Tendangan keduamu jelas tidak terkontrol. Lihatlah! Bagian sini terluka, ‘kan? Itu tidak seberapa. Itu hanya luka ringan saja.
Kuberitahukan padamu. Kau tak melihat berapa jumlah mereka? Jika mereka benaran menghajarmu, kau pasti sudah mati. Lagi pula, kuberitahukan padamu. Tadi aktingmu ada masalah. Kau tahu itu? Ketika aku menendangmu, seharusnya kau terbang. Paham? Seperti ini terkesan seni bela diriku buruk. Sakit, Kak! Orangnya belum pergi jauh. Berbaringlah! Berbaringlah! Satu, dua, tiga. Ayo. Pelan-pelan. Ayo.
Oh ya. Tadi berapa utangmu pada mereka? Hanya satu tahil perak. Satu tahil perak? Baiklah. Karena tadi aku melindungimu, tapi kita ini sahabat baik, kau cukup bayar satu sen saja. Berikan padaku. Kak Ci, kuberitahukan satu kabar baik. Kau lihat apakah bisa untuk membayar utangku ini. Kau bahkan mau membohongiku? Mana mungkin?
Tadi aku melihat Kak Qing pergi ke rumah makan bersama Tian Dazhuang. Kakakmu setuju untuk kencan buta bersama si Gendut Tian itu. Selamat, kau akan punya kakak ipar. Selamat, kau akan punya kakak ipar. Benarkah? Benar? Arak nikah dibungkus saja. Ganti jadi arak kuat. Nanti uangnya kita bagi tiga banding tujuh. Aku paham. Kak Dazhuang.
Aku merasa kau sangat tampan ketika memesan makanan. Benarkah? Biasa saja. Qing, ayo kita bersulang. Sebenarnya aku… Jangan seperti ini. Masih ada orang di sini. Dia itu buta. Tidak masalah. Kenapa kau bisa datang? Kak? Kau ada di sini? Dazhuang, kau di sini juga? Kak. Kau minum arak? Kau ingin mati? Dasar bocah tengik!
Tabib sudah bilang, hamil tidak boleh minum arak. Kenapa kau tidak mendengarnya? Hamil? Tidak. Aku tidak hamil. Selain itu, kau sudah makan obat? Bagaimana kalau penyakit gilamu kambuh? Jika kau memukulnya sampai terluka, bagaimana kau ganti rugi? Aku masih ada urusan. Aku pergi dulu. Kak Dazhuang! Kak Dazhuang! Bocah sialan, aku akan menghajarmu hari ini!
Kuhajar sampai mati! [Arak] Jangan! Kak! Itu arak nikah 30 tahun. Kau… Letakkan! Cepat letakkan! Itu arak nikah 30 tahun. Kalau kuletakkan, kau tidak boleh memukulku. Kau letakkan dulu. Kau merusak rencana bagusku. Tahukah kau? Ayahnya Tian Dazhuang adalah orang terkaya di Jianyang. Kau tidak tahu Tian Dazhuang itu orang seperti apa?
Dia bodoh dan keras kepala. Dia sudah mengejarmu selama beberapa tahun, tapi kau tidak menerimanya. Hari ini kau kenapa? Kau linglung? Otakmu ada masalah? Jika aku tidak menikah dengannya, bagaimana aku membayar utangmu? Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan. Tiap hari kau hanya tahu melakukan penelitian tak jelas. Apa gunanya?
Kak, aku tidak suka perkataanmu. Penelitianku sangat berguna. Kalau tidak percaya, ikut aku pergi melihatnya. Ini dia. Kak, letakkan telapak tanganmu di atas meja. Untuk apa? Dengarkan aku saja. Selesai. Bukalah. Sedang apa kau? Ini dia. Apa ini? Kak, coba kau pikirkan. Jika aku menaburkan bubuk-bubuk ini di lokasi kejadian, dan menemukan sidik jari pelaku,
Lalu dicocokkan dengan sidik jari dari tersangka, bukankah akan ketahuan pelaku aslinya? Lewat penelitianku, aku menemukan bahwa sidik jari setiap orang berbeda-beda. Bagaimana kau tahu tersangka menyentuh bagian mana? Berdasarkan penilaian profesionalku, aku akan menaburkan bubukku di setiap tempat yang mungkin disentuh oleh tersangka. Asal dalam waktu satu hari, aku menabur bubukku ini
Di tempat yang telah disentuh, maka akan segera muncul sidik jarinya. Berdasarkan yang kau katakan, sidik jari setiap orang berbeda-beda. Jika dicocokkan, mau dicocokkan sampai kapan? Makanya bukankah kubilang aku sedang mencari cara untuk memperbaikinya? Bubuk ini kunamakan Bubuk Songci. Bubuk Songci? Kak, jika ke depannya kau tidak memukulku lagi, kuberi nama Bubuk Songqing.
Tidak perlu. Ini perlu mengeluarkan berapa biaya? Kau melakukan banyak hal di luar, dan ada banyak utang, hanya demi semua ini? Semua ini berguna. Sangat berguna. Kau hebat, Song Ci. Kau sudah sukses. Kemarilah. Sini! Dasar bocah sialan! Sakit! Kau tidak belajar dengan giat untuk mendapat prestasi, dan kembangkan toko arakku ini,
Tapi, kau tiap hari malah mempelajari cara orang mati. Aku hanya hobi. Bisakah kau punya hobi yang agak normal? Hobiku ini tidak ada masalah. Orang sudah datang menagih utang. Bagaimana menyelesaikan utangnya? Aku membantu Tuan Li menyelesaikan kasus. Dia memberiku dua tahil perak. Aku berpikir, setelah aku dapat cukup uangnya, baru kubayar bersamaan perlahan-lahan.
Berikan padaku! Berikan! Sudah mudah ditangani kalau ada dua tahil perak ini. Tuan Li. Pergilah. Baik. Aku datang mengganggu tanpa melapor terlebih dahulu. Kosbas Tian. Duduklah. [Orang terkaya Jianyang] Tuan Li, aku punya satu permintaan. [Pedagang teh, Kosbas Tian] Kosbas Liu dari Kota Lin’an, membeli banyak daun teh dariku. Sangat kebetulan, dua kapalku
Sedang dalam perjalanan mengirim daun teh. Jadi, hari ini aku datang untuk meminjam kapal darimu. Bisakah? Tidak masalah. Dalam bencana banjir kali ini, Kosbas Tian membagikan makanan. Itu adalah perbuatan amal. Pinjam kapal bukan masalah. Aku percaya rakyat Kota Jianyang akan selamanya mengingat kebaikan dari Kosbas Tian. Sudah seharusnya. Sudah seharusnya.
Hanya membantu menyelesaikan kekhawatiran Kaisar. Hanya saja, kali ini Tuan Li dipindahkan jadi Menteri Personalia. Seharusnya aku mengadakan perjamuan sebagai perpisahan denganmu. Namun, aku harus ikut kapal pergi mengantar daun teh ke Lin’an. Sayang sekali, aku tidak bisa mengantarkanmu. Tidak perlu disayangkan. Kau angkut daun teh ke Lin’an dulu.
Setelah daun teh dijual dengan harga bagus, kau tinggallah beberapa hari lagi di sana. Setelah aku tiba di Lin’an, kita baru minum bersama di Lin’an. Itu sama saja. Tuan Li. Tuan Li. Penangkap Sun sudah kembali. Ayo. Bagaimana perkembangan kasusnya? Apakah mereka sudah mengaku? Tuan Li. Kalian ada urusan resmi. Aku pamit dulu. Tidak masalah.
Kosbas Tian bukan orang luar. Kau katakan saja. Baik, Tuan. Seperti ini. Kepala Pengurus Kediaman Yang sudah mengaku semuanya. Namun, menurutku, berdasarkan otaknya yang sederhana, dia tidak mungkin bisa memikirkan cara membunuh sehebat itu. Jadi, setelah kuinterogasi, dia juga memberitahukan sekongkolannya. Ada sekongkolan? Benar, Tuan. Jadi, aku siap berangkat sekarang
Untuk menangkap orang di Kabupaten Shuo. Kau pergilah. Kosbas Tian, ini Penangkap Sun yang baru datang ke Kota Jianyang, Sun Baojing. Jika ke depannya ada masalah di Kota Jianyang, kau bisa mencarinya kapan saja. Dia bisa diandalkan. Penangkap Sun. Hormat kepada Kosbas Tian. Ayo cepat berangkat. Baik. Tuan, aku berangkat dulu. Baik. Kabut ini sangat besar. Aku bahkan tidak bisa melihat rute navigasi. Sekarang kita sudah tiba di mana? Setelah keluar dari Jianyang, di Xiashui setidaknya dalam 30 mil, tidak ada cabang. Cukup jalan mengikuti sungai saja. Paman Zhang. Apakah malam hari Xiashui sering berkabut? Apa anehnya berkabut? Aku hanya merasa sedikit kedinginan. Apakah kau merasa
Punggungmu terasa dingin? Dasar pengecut. Paman! Paman! Paman! Kau… Dasar bajingan! Kau mau menakutiku? Paman! Paman, lihat! Siapa? Pergi! Kau pergi periksa! Jatuh ke dalam air tanpa suara. Hantu! Aku sangat lelah tadi malam. Tadi malam kabutnya sangat parah, kau juga berlayar? Orang miskin harus bersyukur kalau dapat uang. Siapa yang peduli dengan cuaca?
Kak Ci. Kau lumayan sulit punya kakak seperti itu, ya. Kakakku malah merasa hidupnya sulit karena punya adik yang merepotkan sepertiku. Mana mungkin? Kau lebih bisa diandalkan daripada kakakmu. Bagaimana kalau begini saja? Coba kau pikirkan. Bagaimana kalau aku menjadi kakak iparmu? Beraninya kau bilang begitu! Beraninya kau bilang begitu! Beraninya kau bilang begitu!
Aku salah. Ya sudah kalau tidak bisa. Sebenarnya pemikiranku yang sebenarnya adalah kau bisa meminta bantuan dari Zifang. Dia adalah keponakan sulung dari Utusan Pengadilan Kabupaten. Dia kaya. Kuberitahukan padamu. Pria takut kotor itu lebih pelit dariku. Itu saat-saat biasa. Jika benaran ada masalah, Zifang tidak akan mengabaikannya. Aku dengar
[Sekolah Tinggi] kemarin Tuan Song membuat masalah lagi. Ketika dia membantu Tuan Hakim menyelidiki kasus, dia bilang mau mengautopsi mayat Tuan Besar Yang. Peristiwa ini sudah tersebar di sekitar sini. Katanya Tuan Song adalah orang yang tidak bermoral. Sepertinya kau terlalu cerewet, Huabao. Bagaimana aku mendidikmu biasanya? Terlebih lagi, Song Ci adalah sahabat baikku.
Tidak boleh sembarang menggosipkan dia. Tuan, cuaca musim semi sangat cerah. Jika hanya membaca buku di sini, benaran sangat menyia-nyiakan cuaca yang bagus ini. Kenapa tidak keluar jalan-jalan? Bagiku, jika keluar bermain saat cuaca sebagus ini, itu baru namanya menyia-nyiakan cuaca musim semi sebagus ini. Itu salah. Kita seharusnya bersenang-senang dalam hidup secara tepat waktu.
Song Ci. Meski ini sudah hancur, tapi tidak memengaruhi rasanya. Zifang, menyelamatkan satu nyawa lebih baik daripada membangun pagoda tujuh tingkat. Kau harus menolong keluarga kami. Meminjam uang harus ada batasan. Harus lihat untuk keperluan apa. Jika sakit parah, bisa kupinjamkan. Jika mengalami bencana, bisa kupinjamkan. Jika keluarga hancur, bisa kupinjamkan juga.
Seberapa dendamnya kau padaku? Ini masalah prinsip. Orang bijak berkata, hanya membantu masalah darurat, tidak membantu orang miskin. Semua utangku itu digunakan untuk penelitian forensik. Bukankah aku melakukan semua ini demi kebaikanmu? Kemarin ketika kau membantu pamanku menyelesaikan kasus, bisa-bisanya kau mau mengautopsi mayat korban. Tahukah kau bagaimana orang lain mengkritikmu? Aku tidak peduli
Apa kritik mereka terhadapku. Autopsi dilakukan untuk penelitian. Terserah kau saja kalau tidak mau mendengarkanku. Tuan, terjadi masalah. Semalam di Xiashui, Kosbas Tian dibunuh oleh hantu wanita. Tuan Besar telah bergegas pergi ke pelabuhan untuk menyelidiki kasus ini. Apa yang kau lihat? Kau lakukan sendiri. Bukankah kau perlu uang untuk melakukan penelitian? [Pelabuhan Xiashui]
Ada orang yang mati. Dibunuh oleh hantu wanita. Sangat menakutkan. Tuan Li. Anda jangan panik. Keponakanku. Akhirnya kau datang juga. Akulah keponakan kandungmu. Keponakan Song Ci yang baik. Ada orang kaya di Lin’an yang ingin membeli daun teh dari Kosbas Tian. Kemarin Kosbas Tian membawa tiga kotak teh yang bagus pergi ke Lin’an.
Siapa sangka dia dibunuh di Xiashui. Bisa-bisanya… Aku sudah mendengarnya. Hantu wanita. Benar sekali. Kami berdua sudah melihatnya. Hantu wanita yang memakai gaun pengantin merah terbang di atas kapal, kemudian melompat ke dalam air di haluan kapal. Dia tidak menimbulkan suara, maupun percikan air. Itu pasti hantu. Jika orang hidup jatuh ke air,
Mana mungkin tanpa suara atau gelombang? Itu pasti dilakukan oleh hantu wanita di Xiashui. Kalian berdua benaran melihatnya dengan jelas? Aku melihat dengan jelas. Meski malam hari berkabut, tapi tidak terlalu parah. Kami melihatnya dengan sangat jelas. Hantu wanita itu memakai gaun pengantin merah. Rambutnya sangat panjang. Song Ci. Penangkap Sun pergi ke Kabupaten Shuo
Pada pukul satu siang untuk menangkap sekongkolan dari Kepala Pengurus Kediaman Yang. Sekarang benaran tidak ada yang bisa membantuku. Kau harus membantuku dalam kasus ini. Tuan Li, aku pasti akan membantu. Hanya saja… Mata duitan. Itu… Aku pasti tidak akan membiarkanmu sibuk secara percuma. Kenapa kau berbicara seperti itu? Apakah aku orang seperti itu? Sudahlah.
Siapa yang tidak tahu sifatmu? Diam kau! Keponakanku, tenang saja. Ini bukan pertama kalinya kita bekerja sama. Tuan Li. Kita bahas kembali ke topiknya. Biarkan aku melihat mayatnya. Tidak masalah. [Kasus Kedua, Kasus Pembunuhan Pengusaha Kaya Kosbas Tian] Song Ci. Kukunya patah. Ujung jari terluka. Sebelum mati, dia sangat menderita dan sempat melawan. Namun, kami tidak mendengar ada suara di dalam kabin. Kami pikir Tuan Besar sudah tidur. Bisakah kalian deskripsikan kondisi terakhir kalinya kalian melihat korban? Lari dari haluan ke kabin? Hanya dalam waktu sekejap mata. Apakah kalian berdua melihat orang yang mencurigakan? – Tidak. – Tidak. Ini… Daun tehnya kenapa? Tapi tempat lain sangat rapi. Jika sebelumnya Tuan Besar sempat bertarung dengan pelaku, tidak mungkin begitu rapi. Kami juga tidak mungkin tidak mengetahuinya. Tidak akan terjadi sesuatu pada Tuan Besar, ‘kan? Coba kau masuk dan periksa Tuan Besar. Tuan Besar sudah mati! Apakah tuan besar kalian punya kebiasaan minum teh? Tuan besar kami adalah pedagang teh, tentu saja dia suka minum teh. Malam hari, dia selalu menyeduh seteko teh. Kalau begitu, sangat aneh. Ketika kalian melihat Tuan Besar Tian, mayatnya ada di tempat tidur. Kalau begitu, kemungkinan besar pelaku membunuhnya
Ketika dia sedang tidur, lalu memenggal kepalanya. Namun, teh ini baru diseduh. Sangat pekat. Tidak terlalu diminum. Korban menyeduh teh, tapi tidak diminum, malah tidur. Setelah dia tidur, pelaku muncul, dan memenggal kepalanya. Apakah kau tidak merasa semua ini agak aneh? Yang membuatku merasa aneh adalah lokasi kejadian ini. Hanya dalam waktu sekejap, bagaimana pelaku mengatur lokasi kejadian dengan secepat itu? Lalu, untuk apa mengatur seperti ini? Lalu, bagaimana caranya pelaku naik ke kapal, dan bagaimana dia pergi? Semua ini tidak bisa dijelaskan. Serta hantu wanita di haluan. Semua ini… Ini… Semua ini sangat tidak masuk akal. Kasus ini pasti perbuatan manusia.
Aku dan Li Zifang tidak pernah percaya pada hantu. Hanya saja, pelaku agak pintar. Dia membuat teka-teki, dan kita masih berada di balik teka-teki ini. Selain itu, bagaimana pelaku masuk ke kabin yang pintunya tertutup rapat, lalu membunuh orang dan pergi tanpa terlihat? Misteri ini masih perlu dipecahkan satu per satu.
[Hak cipta atas serial lengkap ini adalah milik] [Shanghai Fenghai Film Co., Ltd.] [dan Youku Information Technology (Beijing) Co., Ltd.,] [serta produser dan co-produser lainnya] [Youku Information Technology (Beijing) Co., Ltd.] [memiliki hak penyebaran global dan hak tayang eksklusif] ♪Masa muda punya impian tinggi♪ ♪Selalu ada ambisi♪ ♪Kenyataan hidup yang penuh derita♪ ♪Inilah faktanya♪
♪Angin meniup dedaunan♪ ♪Melewati era yang kacau ini♪ ♪Pendisiplinan yang kejam♪ ♪Selalu menggunakan cara brutal♪ ♪Armor dan kuda di medan perang♪ ♪Laut dan ombak yang telah berlalu♪ ♪Kesadaran untuk tidak takut terluka♪ ♪Menjadi kesatria melawan kejahatan♪ ♪Matahari terbenam di senja hari♪ ♪Cahaya akan tampak dari balik kabut♪ ♪Masa muda yang berlalu dengan kesepian♪
♪Memasuki medan perang penuh taktik♪ ♪Selalu ada secercah harapan♪ ♪Sampai kabut gelap menghilang♪ ♪Impianku yang jauh♪ ♪Kebohongan yang terungkap♪ ♪Terus tumbuh♪ ♪Terus tumbuh di perjalanan ini♪